• Inilah Analisa Medis Tentang Kematian Mendadak Karena Olah Raga

    Inilah Analisa Medis Tentang Kematian Mendadak Karena Olah Raga

    Penyebab utama kematian mendadak adalah karena gangguan irama jantung (aritmia). “Aritmia jantung adalah jantung berdenyut secara tidak teratur, bisa terlalu cepat atau terlalu lambat. Ketika kita melakukan aktivitas yang berat kecepatan denyut bisa meningkat hingga 200 sampai 300 denyut per menit,” kata dr. Aulia Sani, Sp.JP (K), ahli jantung dari Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Jakarta (5/2/2011). Ia mengatakan, jantung yang berdenyut sangat cepat mengganggu kemampuan jantung memompa secara benar, bahkan berhenti. “Karena tidak ada darah yang dipompa maka jantung akan berhenti bekerja,” paparnya.

  • Keajaiban dari Air Zam- zam

    Keajaiban dari Air Zam- zam

    Tak banyak yang tahu bagaimana caranya sumur zam-zam bisa mengeluarkan puluhan juta liter pada satu musim haji, tanpa pernah kering satu kali pun. Seorang peneliti pernah diperintahkan raja Faisal menyelidiki sumur zam-zam untuk menjawab tuduhan kotor seorang doktor dari Mesir.

  • 5 MERK YANG MENGENA DAN TIDAK MENGENA DI MASYARAKAT

    5 MERK YANG MENGENA DAN TIDAK MENGENA DI MASYARAKAT

    Pada kesempatan kali ini kita akan membahas 5merk yang sudah mengena di masyarakat dan yang belum,kami sebelumnya meminta maaf kalau ada salah kata,kami tidak bermaksud mejelekkan merk tersebut namun hanya membahas dari segi kata saja.

  • Pengertian Ekonomi Koperasi

    Pengertian Ekonomi Koperasi

    Pengertian Ekonomi koperasi nama : Muhammad Dhiauddin npm : 2420657 kelas : 2eb17 TUGAS 1 : A. Koperasi mengandung makna” kerjasama”. Koperasi (cooperative) bersumber dari kata co-operation. Co berarti bersama dan operation...

  • Inovasi Produk Baru Umbrella Hat(Topi Payung)

    Inovasi Produk Baru Umbrella Hat(Topi Payung)

    UMBRELLA HAT(TOPI PAYUNG).Tugas pemasaranInovasi Produk Baru “topi payung (umbrella hat)”Ini dia sebuah inovasi produk zaman kini yaitu topi payung,dengan topi ini kita dapat melindungi diri kita dari hujan,keunikan dari topi ini...

  • Color Picker

    Color Picker

    Nullam tortor tellus, iaculis eu hendrerit ut, tincidunt et lorem. Etiam eleifend blandit orci.

Apakah Usaha Kecil dan Menengah (UKM) perlu Standardisasi Penggunaan IFRS?

0 komentar




1.      Pembahasan 
1.1   Pemahaman UKM
Usaha  Kecil  dan  Menengah  disingkat  UKM  adalah  sebuah istilah  yang  mengacu  ke jenis  usaha  kecil  yang  memiliki  kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha  yang secara  mayoritas  merupakan  kegiatan  usaha  kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.”
Kriteria  usaha  kecil  menurut  UU  No.  9  tahun  1995  adalah sebagai berikut:
1.   Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.
2.   Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Miliar Rupiah)
3.   Milik Warga Negara Indonesia
4.    Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar
5.    Berbentuk  usaha  orang  perorangan  ,  badan  usaha  yang  tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.
1.2       Pemahaman IFRS
IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standard Board (IASB). Sejumlah standar yang dibentuk sebagai bagian dari IFRS dikenal dengan nama terdahulu Internasional Accounting Standards (IAS). IAS dikeluarkan antara tahun 1973 dan 2001 oleh Badan Komite Standar Akuntansi Internasional (Internasional Accounting Standards Committee (IASC)). Pada tanggal 1 April 2001, IASB baru mengambil alih tanggung jawab gunan menyusun Standar Akuntansi Internasional dari IASC. Selama pertemuan pertamanya, Badan baru ini mengadaptasi IAS dan SIC yang telah ada. IASB terus mengembangkan standar dan menamai standar-standar barunya dengan nama IFRS.
2.      Ruang lingkup
Penggunaan IFRS pada UKM dengan membandingkan kemudahan dan kesulitan dalam penerapannya :
Sejauh ini masih banyak usaha kecil menengah (UKM) yang belum menyelenggarakan pencatatan atas laporan keuangan usahanya sedikit banyak berdampak pada sulitnya untuk mendapatkan kredit lunak dari lembaga keuangan. Terlepas dari itu semua, perlunya penyusunan laporan keuangan bagi UKM sebenarnya bukan hanya untuk kemudahan memperoleh kredit dari kreditur, tetapi untuk pengendalian aset, kewajiban dan modal serta perencanaan pendapatan dan efisiensi biaya-biaya yang terjadi yang pada akhirnya sebagai alat untuk pengambilan keputusan perusahaan.
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) telah membentuk tim kerja untuk menyusun Standar Akuntansi Keuangan bagi Usaha Kecil dan Menengah. Hal ini karena keberadaan standar akuntansi keuangan (SAK) untuk usaha kecil dan menengah (UKM) sudah lama dinantikan. Penyusunan ini dengan mengadopsi draf International Financial Reporting for Small Medium Entreprise (IFRS for SMEs) yang telah diterbitkan pada Februari 2007. Adopsi yang dilakukan oleh DSAK-IAI akan lebih fleksibel, karena draf dari IFRS sangat kompleks.
Selama ini banyak dari UKM belum menyusun laporan keuangan karena ketiadaan standar akuntansi keuangan untuk UKM. Akibat hal itu perbankan menerapkan kriteria dan syarat penyaluran kredit yang sama antara usaha kecil menengah dan usaha besar, yang sebenarnya tidak tepat diukur dari kemampuan antarkeduanya. Terkait hal itu, Standar Akuntansi Keuangan untuk UKM sebagai infrastruktur UKM agar layak dari sisi peraturan bank harus berbeda dengan SAK non UKM. Standar inilah yang kita kenal sekarang sebagai SAK ETAP, dimana Usaha Kecil dan Menengah telah dikategorikan sebagai Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik.
Definisi Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (ETAP) adalah entitas yang:
1)   Tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan; dan
2)    Menerbitkan   laporan   keuangan   untuk   tujuan   umum   (general purpose financial statement) bagi pengguna eksternal. Contoh pengguna eksternal adalah pemilik yang tidak terlibat langsung dalam  pengelolaan  usaha,  kreditur,  dan  lembaga  pemeringkat kredit.
Sesuai SAK ETAP, laporan keuangan entitas lengkap meliputi :

1)  Neraca
2)  Laporan Laba Rugi
3)  Laporan Perubahan Ekuitas (Laporan Perubahan Modal)
4)  Laporan Arus Kas
5)  Catatan  atas  laporan  keuangan  yang  berisi  ringkasan  kebijakan akuntansi yang signifikan dan informasi penjelasan lainnya.

3.      Kesimpulan
Lama sebelum diterbitkannya IFRS, telah muncul isu Big GAAP dan Little GAAP. Standar-standar IFRS ditujukan untuk perusahaan besar, bukan usaha kecil dan menengah (UKM, atau small and medium enterprises, SME). Bagi UKM, penerapan standar-standar tersebut adalah terlalu mahal, tidak efisien dan juga tidak efektif. Biayanya besar, demikian pula waktu yang mereka gunakan untuk menyusun laporan keuangan. Oleh karena itus, diperlukan standar khusus untuk UKM. Menyadari hal ini, IASB melakukan suatu proyek penyusunan standar yang sesuai dengan kondisi UKM. Rancangan ini dimaksudkan untuk menyederhanakan IFRS yang telah ada yang memang dirancang untuk perusahaan besar. Ada dua hal yang perlu diperhatikan. Pertama, definisi UKM tidak meliputi perusahaan yang melakukan listing maupun perusahaan yang signifikan secara ekonomi. Kedua, jika untuk sebuah masalah ekonomi bagi UKM tidak atau belum dibuatkan standarnya, disarankan agar UKM menggunakan IFRS penuh yang sudah ada. Pada 15 Februari 2007, Draft IFRS untuk UKM telah diterbitkan. Standar untuk UKM yang mengeliminasi lebih dari 85% standar IFRS penuh ini diberlakukan mulai tahun 2008.
Ada sejumlah alasan mengapa IASB bersedia melaksanakan proyek ini, yaitu :
1.    Standar yang disusun oleh IASB memang dirancang untuk perusahaan publik, bukan untuk UKM.
2.   UKM mengeluh tentang terlalu kompleks dan terlalu mahalnya biaya implementasi standar IFRS penuh.
3.     Jika tidak diatur secara khusus, dikhawatirkan akan terjadi diversitas praktik dari satu negara terhadap negara lain, sehingga komparabilitas informasi keuangan yang disajikan akan menurun.
4. Adanya standar yang lebih sederhana akan membantu melancarkan transisi bagi perusahaan yang sedang tumbuh yang masih merupakan UKM dan merencanakan nantinya akan mendaftar di pasar modal.
5.    Bagi negara berkembang yang kebanyakan perusahaannya adalah UKM, adopsi IFRS yang disederhanakan ini dapat meningkatkan daya tarik mereka terhadap investasi asing.

Di akhir penutup semoga artikel yang saya tulis dapat bermanfaat bagi pembaca blogger semuanya. Dan bisa menjadi bahan acuan atau referensi bagi kalangan UKM maupun mahasiswa yang sedang melakukan penelitian.
“Semua cita-cita dan kesuksesan dapat di raih cukup dengan satu kunci yaitu Belajar”








Daftar Pustaka

Khaidir,Muhammad.2013“PERSEPSI    PARA    PELAKU    UKM    (USAHA KECIL  DAN  MENENGAH) TERHADAP PENERAPAN AKUNTANSI
Hermon dan Elisabeth,2012.”PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK USAHA KECIL DAN MENENGAH(UKM) BERBASIS STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK (SAK TETAP)”,Pekan Ilmiah Dosen FEB-UKSW.
Muchlis,Saiful,2011.” HARMONISASI STANDAR AKUNTANSI INTERNASIONAL DAN DAMPAK PENERAPAN DARI ADOPSI PENUH IFRS TERHADAP PSAK”,Jurnal ASSETS Vol. 1, No. 2.






Read more